- Tokoh:1. Raja Sungging Perbangkara :
- Protagonis.
- 2. Wayung : Tretagonis.
- 3. Dayang Sumbi : Protagonis.
- 4. Tumang : Protagonis.
- 5. Sangkuriang : Antagonis.
- Perwatakan:
- Raja Sungging Perbangkara : baik
dan bijaksana. - Wayung : baik dan penyayang.
- Dayang sumbi : baik, penyayang,dan
olas asih. - Tumang : baik dan
tulus menyayangi dayang sumbi. - Sangkuriang : pemarah, nakal, keras
kepala, dan durhaka.
- Latar:Sebuah kerajaan.
- Alur:
Alur cerita maling kundang adalah maju, karena dari awal cerita yaitu maling kundang adalah penjual kue di pesisir pantai dan kemudian menikah anak seorang raja.dan kembali ke tempat asal untuk melihatkan kepada istrinya dimana dia tinggal tetapi maling kundang dikutuk oleh ibunya menjadi batu
- Sudut pandang:Orang ketiga.
- Amanat:Hati-hati dalam
- berbicara. Sebaiknya berfikir dulu baru
- berbicara dan jaga emosi jangan sampai
- menyakiti atau membunuh binatang yang
- tidak bersalah.
Alasan:
- Tidak berbohong kepada orang tua.
- Tidak diperdaya amarah hingga lepas kendali.
- Belajar menahan emosi.
- Tidak terperdaya dengan hawa nafsu.
Kesimpulan:
Kesimpulan kisah Tangkuban Perahu, bahwasanya seorang wanita bernama Dayang Sumbi menikah dengan seekor …… karena sumpahnya sendiri untuk menikahi siapa saja yang mengambilkan pintalan benangnya yang terjatuh. Dan dari pernikahannya itu, ia dikaruniai anak bernama Sangkuriang yang pada akhirnya sakit hati karena dipukul oleh ibunya. Sehingga ia kabur dari rumah. Beberapa tahun berlalu, Sangkuriang telah dewasa dan bertemu dengan wanita cantik yang tak lain adalah ibunya sendiri. Mereka berkenalan dan saling jatuh cinta. Tapi tak berapa lama mereka bertunangan, Dayang Sumbi mengetahui bahwa tunangannya adalah anaknya, Sangkuriang. Padahal pada waktu itu mereka sudah merencanakan untuk menikah. Akhirnya Dayang Sumbi memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka dengan memberikan persyaratan kepada Sangkuriang. Persyaratannya adalah, Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan dan membuat kapal untuk menyebrangi bendungan itu sampai fajar menyingsing. Namun, Sangkuriang tak berhasil. Ia pun kesal dan marah, dengan segenap emosi, ia menendang kapal yang ia buat dan jatuh tengkurap dan terbentuklah sebuah bukit seperti Tangkuban Perahu.
- Bahasa:Parabel Majas perbandingan yang mengungkapkan nilai-nilai amanat yang disamarkan dalam cerita.

