- Tokoh:
- A.malin kundang.
- B.Ibu malinkundang.
- Perwatakan:a.Malin kundang:Protagonis Dan Antagonis.
- b.Ibu Malin kundang:baik hati dan penyayang Protagonis.
- Alur:Maju.
- Latar:A. Latar Tempat:Di Pantai Air Manis.
- :B. Latar Waktu:Siang dan Malam.
- C.Latar Suasana:Bahagia dan Menyedihkan.
- Amanat:
:“ Janganlah durhaka terhadap orang tua apalagi terhadap ibu kita. Durhaka terhadap orang tua apalagi terhadap seorang ibu merupakan perilaku yang tercela dan sangat dilarang oleh agama. Ingatlah bahwa Surga berada di bawah telapak kaki ibu. Oleh karena itu, berprilaku baik dan lemah lembut lah terhadap ibu kita.”
- Sudut Pandang: Orang Ketiga.
- Alasan:Karena dianggap anak durhaka.seperti yang kita tahu,malin kundang tidak mau mengakuinya ibunya sendiri lantaran malu —si ibu miskin,lantaran Malin kundang kaya raya.
- Kesimpulan:
Ibu memiliki kasih sayang yang sangat besar untuk anaknya. Bahkan, sebelum kita ada di dunia ini, ibu sudah mengharapkan kita ada.
Selama masih di kandungan, ibu telah memberikan kasih sayangnya dengan tulus. Dia rela mengalami kesakitan ketika mengandung maupun melahirkan.
Bahkan, saking sayangnya kepada anaknya, seorang ibu rela memberikan nyawanya. Ini artinya, seorang ibu lebih mencintai anaknya dibandingkan dirinya sendiri.